SPI UIN Alauddin Dampingi Penyusunan IKU dan Cascading Renstra IAIN Ternate 2025–2029

Ternate, 6 Juni 2026 – Dua auditor Satuan Pengawasan Internal (SPI) UIN Alauddin Makassar menjadi narasumber pada kegiatan Pendalaman dan Reviu Cascading Rencana Strategis (Renstra) IAIN Ternate Tahun 2025–2029 yang berlangsung pada 4–6 Juni 2026 di Ruang Rapat Rektorat IAIN Ternate.
Kehadiran SPI UIN Alauddin Makassar merupakan tindak lanjut atas permohonan pendampingan dari IAIN Ternate dalam rangka memperkuat penyusunan indikator kinerja yang terukur dan selaras dengan arah pengembangan institusi. Menindaklanjuti permohonan tersebut, Kepala SPI UIN Alauddin Makassar, Prof. Erwin Hafid, menugaskan Syarif Syahrir Malle dan Purwanto Wahyudi sebagai narasumber.
Kegiatan dibuka oleh Rektor IAIN Ternate, Dr. Adnan Mahfud, S.Ag., M.A., serta dihadiri para Wakil Rektor, pimpinan unit kerja, dan Tim SPI IAIN Ternate yang terlibat dalam penyusunan dokumen perencanaan strategis.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada SPI UIN Alauddin Makassar yang telah berkenan hadir dan berbagi pengalaman dalam penyusunan indikator kinerja dan implementasi Renstra. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu seluruh unit kerja menyusun indikator yang lebih terukur dan selaras dengan arah pembangunan institusi,” ujar Adnan Mahfud.
Dalam pemaparannya, Syarif Syahrir Malle menjelaskan proses cascading Renstra, yaitu penjabaran sasaran strategis institusi ke dalam sasaran, program, kegiatan, dan target kinerja pada setiap unit kerja.
“Sasaran strategis dalam Renstra perlu diturunkan secara berjenjang hingga ke tingkat unit kerja agar setiap program dan kegiatan memiliki kontribusi yang jelas terhadap pencapaian tujuan institusi,” jelas Syarif.
Sementara itu, Purwanto Wahyudi memaparkan penyusunan Indikator Kinerja Utama (IKU) yang berbasis sasaran strategis, termasuk penetapan indikator, target, sumber data, dan mekanisme pengukurannya.
“Indikator kinerja harus mengukur hasil yang ingin dicapai, bukan hanya aktivitas yang dilaksanakan. Karena itu, indikator perlu dirumuskan secara jelas, terukur, dan selaras dengan sasaran strategis institusi,” ungkap Purwanto.

Selain sesi pemaparan, kegiatan juga diisi dengan bimbingan teknis penyusunan IKU dan pembahasan berbagai aspek teknis pengukuran kinerja. Melalui kegiatan ini, IAIN Ternate diharapkan dapat menghasilkan dokumen perencanaan dan indikator kinerja yang lebih terintegrasi, terukur, serta mendukung penguatan tata kelola dan akuntabilitas kinerja institusi selama periode Renstra 2025–2029.