Makassar, 20 Desember 2025 — Satuan Pengawasan Internal (SPI) UIN Alauddin Makassar menggelar Rapat Kerja dalam rangka evaluasi kinerja sekaligus penyusunan Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) Tahun 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat peran SPI dalam mendorong tata kelola universitas yang akuntabel, transparan, dan berintegritas.
Kegiatan ini dilaksakan di Aston Inn Pantai Losari, Kec Ujung Pandang, Kota Makassar, dan diikuti oleh seluruh staf serta anggota SPI UIN Alauddin Makassar.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala SPI UIN Alauddin Makassar, Prof. Erwin Hafid. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Rapat Kerja dan penyusunan PKPT merupakan momentum strategis untuk memperkuat fungsi pengawasan internal di lingkungan universitas.
“Rapat Kerja ini menjadi sarana evaluasi atas pelaksanaan program sebelumnya sekaligus forum penyusunan PKPT yang terarah, terukur, dan selaras dengan kebijakan institusi. SPI harus mampu menghadirkan pengawasan yang memberikan nilai tambah bagi peningkatan kinerja universitas,” ujar Prof. Erwin Hafid.
Sekretaris SPI UIN Alauddin Makassar, Roby Aditiya, menyampaikan bahwa penyusunan PKPT dilakukan secara partisipatif dan berbasis risiko guna memastikan efektivitas pelaksanaan pengawasan.
“PKPT disusun dengan mempertimbangkan pemetaan risiko serta prioritas strategis universitas, sehingga pengawasan difokuskan pada area yang berdampak langsung terhadap peningkatan tata kelola dan kinerja institusi,” jelasnya.
PKPT merupakan dokumen strategis yang menjadi pedoman SPI dalam melaksanakan kegiatan pengawasan selama satu tahun anggaran, yang meliputi audit, reviu, pemantauan, dan evaluasi. Penyusunannya mempertimbangkan prioritas risiko, kebijakan pimpinan universitas, serta prinsip good governance agar pengawasan berjalan efektif, efisien, dan tepat sasaran.Melalui Rapat Kerja dan penyusunan PKPT ini, SPI UIN Alauddin Makassar menegaskan komitmennya untuk menyelaraskan agenda pengawasan dengan kebijakan universitas serta memperkuat sinergi internal dalam mendukung terwujudnya good university governance.
Melalui Rapat Kerja dan penyusunan PKPT ini, SPI UIN Alauddin Makassar menegaskan komitmennya untuk menyelaraskan agenda pengawasan dengan kebijakan universitas serta memperkuat sinergi internal dalam mendukung terwujudnya good university governance.
Makassar, 20 Desember 2025 — Satuan Pengawasan Internal (SPI) UIN Alauddin Makassar melaksanakan pelatihan penguatan kapabilitas auditor internal sebagai upaya mendorong peningkatan kualitas pengawasan internal di lingkungan universitas. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh staf dan anggota SPI UIN Alauddin Makassar.
Pelatihan tersebut berlangsung selama dua hari, pada 19–20 Desember 2025, dan dilaksanakan di Aston Inn Pantai Losari, Kota Makassar. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi, profesionalisme, serta pemahaman auditor internal dalam menjalankan fungsi pengawasan yang efektif, akuntabel, dan berintegritas.
Acara secara resmi dibuka oleh Kepala SPI UIN Alauddin Makassar, Prof. Erwin Hafid. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa integritas merupakan fondasi utama bagi seorang auditor internal yang harus senantiasa dijaga dalam setiap pelaksanaan tugas pengawasan. Menurutnya, auditor tidak hanya dituntut memiliki kompetensi teknis, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kejujuran, independensi, dan objektivitas guna mendukung terwujudnya tata kelola perguruan tinggi yang baik.
Materi pertama dalam pelatihan ini mengangkat tema Pengenalan Umum dan Tantangan Satuan Pengawasan Internal, yang disampaikan langsung oleh Prof. Erwin Hafid. Materi tersebut membahas peran strategis SPI dalam lingkungan perguruan tinggi, dinamika serta tantangan pengawasan internal, serta pentingnya peningkatan kapabilitas auditor dalam menghadapi tuntutan akuntabilitas dan transparansi yang semakin kompleks.
“auditor yang profesional harus mampu bekerja secara tepat, objektif, dan bertanggung jawab, sehingga menghasilkan rekomendasi serta hasil pengawasan yang berkualitas dan memberikan nilai tambah bagi institusi”. ujar Pro. Erwin.
Sesi pelatihan selanjutnya diisi dengan materi Manajemen Risiko dan Kendali Mutu Pengawasan yang disampaikan oleh Sekretaris SPI UIN Alauddin Makassar, Roby Aditiya. Materi ini menekankan pentingnya penerapan standar mutu dalam setiap tahapan pengawasan guna memastikan hasil audit yang andal, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“manajemen risiko dan kendali mutu pengawasan merupakan elemen kunci dalam menjaga kualitas serta kredibilitas fungsi audit internal. Ia menegaskan bahwa auditor internal harus mampu mengidentifikasi dan memitigasi risiko secara sistematis, sekaligus menerapkan prosedur kendali mutu secara konsisten agar setiap proses pengawasan berjalan sesuai standar, objektif, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan tata kelola institusi” ungkap Roby Aditiya
Selanjutnya, pelatihan dilanjutkan dengan materi Teknik Audit Internal yang disampaikan oleh Syarif Syahrir Malle, selaku Koordinator Pengawasan dan Manajemen Risiko. Materi ini membahas tahapan pelaksanaan audit secara sistematis, mulai dari perencanaan, pelaksanaan pengujian, hingga penyusunan laporan hasil pengawasan, guna memperkuat kemampuan teknis auditor dalam menghasilkan temuan yang objektif dan berbasis bukti. Dalam pemaparannya, Ia menegaskan
“Pelaksanaan audit internal harus dilakukan secara terstruktur dan sistematis agar setiap temuan yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan serta memberikan rekomendasi yang konstruktif dan aplikatif bagi peningkatan kinerja institusi.” ungkapnya
Materi terakhir dalam pelatihan ini mengangkat tema Komunikasi dan Psikologi Audit, yang disampaikan oleh Purwanto Wahyudi, selaku Koordinator Tindak Lanjut Hasil Pengawasan (TLHP) dan Konsultansi. Materi ini menyoroti pentingnya kemampuan komunikasi efektif serta pemahaman aspek psikologis dalam proses audit, khususnya dalam membangun hubungan kerja yang profesional, mengelola dinamika dengan auditee, serta memastikan rekomendasi hasil pengawasan dapat diterima dan ditindaklanjuti secara optimal.
“Keberhasilan proses audit tidak hanya ditentukan oleh ketepatan metode dan kelengkapan bukti, tetapi juga oleh kemampuan auditor dalam berkomunikasi secara efektif dan memahami aspek psikologis auditee, sehingga rekomendasi hasil pengawasan dapat diterima dan ditindaklanjuti secara optimal.” uangkap Purwanto Wahyudi.
Melalui pelatihan ini, SPI UIN Alauddin Makassar berharap dapat terus meningkatkan kapabilitas dan kualitas auditor internal sebagai mitra strategis pimpinan dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang transparan, akuntabel, dan berintegritas.