Daftar Tulisan

Bagaimana dengan Epistemologi dari Perspektif Agama?

* Muh Amrih  Epistemologi sebenarnya berawal dari paradigma agama. Kekuasaan agama sangat dominan dalam menetapkan fenomena ilmiah yang ada. Supremasi agama dijunjung tinggi dan doktrinnya tidak boleh dielakkan. Ajaran-ajaran agama dahulu di tradisi barat menjadi penentu kebenaran. Tetapi seiring perkembangannya, pemisahan antara ajaran agama dengan ilmu pengetahuan terjadi. Sebagai hasil, beberapa ilmuwan yang mampu menemukan […]

DETAIL

Bagaimana “Aku” Membangun ilmu pengetahuan?

*Muh Amrih Salah satu corak pengetahuan ialah pengetahuan yang ilmiah, yang lazim disebut ilmu pengetahuan yang ekuivalen atinya dengan science. Dalan ensiklopedia bahasa Indonesia ilmu pengetahuan adalah suatu system dari berbagai pengetahuan yang masing-masing mengenai suatu lapangan pengalaman tertentu yang disusun demikian rupa menurut asas-asas tertentu, hingga menjadi kesatuan; suatu system dari berbagai pengetahuan yang […]

DETAIL

Tindak Lanjut Hasil Audit

*Purwanto Wahyudi Audit internal telah menjadi kebutuhan bagi pimpinan untuk membantu mengendalikan jalannya kegiatan operasional suatu organisasi. Audit internal perlu dilakukan secara teratur agar dapat mencegah terjadinya masalah dan pimpinan akan dapat segera mengetahui dan mengatasi masalah sebelum permasalahan tersebut berkembang lebih luas. Selain itu audit internal jg dapat mengindentifikasi penyebab timbulnya serta mengetahui langkah-langkah […]

DETAIL

Konsep Materialitas dalam Audit

Penerapan materialitas bukan merupakan suatu permasalahan yang baru. Materialitas diterapkan dalam hampir semua keputusan yang melibatkan aktivitas ekonomi. Berbagai lembaga profesi akuntansi, profesi akuntan publik, profesi auditor pemerintah, otoritas pasar modal di Amerika Serikat, maupun Komite Standar Akuntansi Internasional memberikan berbagai pandangan mengenai materialitas, terutama dikaitkan dengan penyajian dalam laporan keuangan. Financial Accounting Standard Board […]

DETAIL

Bukti Audit

Bukti audit didefinisikan sebagai semua informasi yang digunakan oleh auditor untuk menentukan apakah informasi yang diaudit telah disajikan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Informasi ini beragam tergantung pada tingkat pengaruhnya terhadap keputusan auditor mengenai apakah laporan keuangan telah disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum, apakah kinerja auditan telah sesuai dengan yang diharapkan, […]

DETAIL
Sep
23

Gratifikasi

*Purwanto Wahyudi Gratifikasi merupakan unsur yang penting dalam sistem dan mekanisme pertukaran hadiah. Sehingga kondisi ini memunculkan banyak pertanyaan pada penyelenggara negara, pegawai negeri dan masyarakat seperti: Apa yang dimaksud dengan gratifikasi? Apakah gratifikasi sama dengan pemberian hadiah yang umum dilakukan dalam masyarakat? Apakah setiap gratifikasi yang diterima oleh penyelenggara negara atau pegawai negeri merupakan […]

DETAIL
Sep
23

Kecurangan dalam Pengadaan Barang dan Jasa

*Muh Amrih Fungsi pengadaan merupakan fungsi yang paling depan dalam penentuan ekonomisasi suatu organisasi. Begitupula dalam menjalankan fungsi pemerintahan, sudah pasti dibutuhkan logistic, peralatan dan jasa yang menunjang optimalnya kerja instansi tersebut. Kebutuhan ini dipenuhi oleh beberapa pihak, baik itu perusahaan milik pemerintah maupun swasta. Pengadaan Barang Dan Jasa Pemerintah menurut undang-undang nomor 70 tahun […]

DETAIL

5 Filosofi “Kekinian” Audit Internal

*Syarif SM. Fungsi audit internal telah mengalami perubahan yang cukup pesat sejak tahun 1941, saat terbentuknya the Institute of Internal Auditors (IIA). Perubahan yang signifikan terjadi pada tataran praktis, tetapi tidak pada wilayah konseptual. Gil Courtemanche (1991) menguraikan perkembangan konsep audit internal ke dalam tiga tahapan, yaitu tradisional, modern, dan neo-modern. Konsep audit internal tradisional […]

DETAIL
Page 8 of 10« First...678910

Kontak

Kampus II UIN Alauddin
Samata, Gowa
Gedung Rektorat Lt.2
No. Tlp: 081356789890
spi@uin-alauddin.ac.id

Pengunjung

TOP