
Gowa, 12 Mei 2023 —UIN Alauddin Makassar melaksanakan penandatanganan komitmen bersama menuju Zona Integritas sebagai bentuk keseriusan dalam mewujudkan tata kelola layanan yang bersih, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan prima.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Alauddin Makassar bertempat di Aula FEBI. Dalam sambutannya, Rektor UIN Alauddin Makassar menegaskan pentingnya membangun budaya integritas di seluruh unit kerja sebagai bagian dari penguatan reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas layanan publik di lingkungan perguruan tinggi.
Rektor juga menyampaikan bahwa pembangunan Zona Integritas bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan wujud komitmen nyata dalam menghadirkan pelayanan yang profesional, responsif, jujur, bertanggung jawab, serta bebas dari praktik penyimpangan.
“Pembangunan Zona Integritas bukan hanya sebatas kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi budaya kerja yang tercermin dalam pelayanan terbaik secara konsisten serta keteladanan yang nyata. Komitmen ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola kelembagaan yang bersih, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.
Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pimpinan universitas dan seluruh pegawai, khususnya CPNS Formasi 2024, sebagai bagian dari penguatan budaya kerja yang profesional dan berintegritas di lingkungan perguruan tinggi. Kegiatan tersebut juga menghadirkan Inspektur IV Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Moh. Isom, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan reformasi birokrasi dan pembangunan budaya integritas di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN).
Dalam pemaparannya, Prof. Moh. Isom menegaskan bahwa UIN Alauddin Makassar sebagai salah satu PTKN terbesar di kawasan Indonesia Timur memiliki peran strategis dalam mewujudkan tata kelola birokrasi yang bersih, transparan, dan akuntabel. Menurutnya, pembangunan Zona Integritas harus menjadi komitmen bersama yang dijalankan secara berkelanjutan guna meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan tinggi.
Prof. Moh. Isom juga memberikan apresiasi atas komitmen UIN Alauddin Makassar dalam mendorong pembangunan Zona Integritas di lingkungan kampus.
“Saya melihat adanya keseriusan dan komitmen yang kuat dari UIN Alauddin Makassar dalam membangun Zona Integritas. Ini merupakan langkah positif yang harus terus dijaga dan diperkuat agar budaya kerja yang profesional, bersih, dan melayani dapat terimplementasi secara nyata di seluruh unit kerja,” paparnya.
Ia juga menambahkan bahwa pembangunan Zona Integritas harus dimulai dari penguatan komitmen bersama serta konsistensi dalam memberikan pelayanan yang bersih dan profesional.
“Zona Integritas bukan hanya slogan, tetapi harus diwujudkan melalui perubahan budaya kerja, peningkatan akuntabilitas, dan pelayanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Prosesi penandatanganan komitmen Pakta Integritas dilaksanakan di UPT Perpustakaan Pusat UIN Alauddin Makassar dengan melibatkan unsur pimpinan dan pegawai. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesamaan persepsi serta komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola layanan yang profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan pengguna layanan.
Dalam upaya mewujudkan pembangunan Zona Integritas tersebut, Satuan Pengawasan Internal (SPI) UIN Alauddin Makassar sebagai lembaga pengawasan internal universitas juga diminta untuk melakukan pendampingan dalam mengawal implementasi pembangunan Zona Integritas di lingkungan universitas. Pendampingan tersebut diharapkan dapat memperkuat penerapan tata kelola yang baik, sistem pengendalian internal, serta pemenuhan indikator pembangunan Zona Integritas secara berkelanjutan.
Komitmen bersama tersebut diharapkan menjadi langkah nyata UIN Alauddin Makassar dalam memperkuat transformasi tata kelola perguruan tinggi yang bersih, profesional, dan berintegritas guna menghadirkan layanan publik yang semakin berkualitas dan terpercaya.





0 Comments