Archives for Oktober, 2016

Teori Kritis Habermas

*Suhartono “ Representasi atas kepentingan termasuk bagian dari kepentingan itu sendiri” – Jurgen Habermas – Sebagaimana telah dirumuskan kembali oleh Habermas, Teori Kritis bukanlah suatu teori ‘ilmiah’ sebagaimana dikenal secara luas di kenal di kalangan publik akademis dalam masyarakat kita. Habermas melukiskan Teori Kritis sebagai suatu metodologi yang berdiri di dalam ketegangan dialektis antara filsafat dan […]

DETAIL

Phenomenology

*Suhartono Istilah Fenomenologi Husserl (1913) argued that phenomenology did not deny the existence of the real world, but sought instead to clarify the sense of this world (which everyone accepts) as actually existing. Husserl berpendapat bahwa fenomenologi tidak menyangkal keberadaan dunia nyata, tetapi berusaha bukan untuk memperjelas memahami dunia ini (yang semua orang menerima) sebagai […]

DETAIL

Ethnomethodology

*Suhartono Etnometodologi sebagai sebuah cabang studi sosiologi berurusan dengan pengungkapan realitas dunia kehidupan (lebenswelt) dari individu atau masyarakat. Sekalipun etnometodologi oleh beberapa pakar dipandang sebagai sebuah studi pembaharuan dalam sosiologi, etnometodologi memiliki kesamaan dengan beberapa pendekatan sosiologi sebelumnya yaitu fenomenologi. Garfinkel di saat awal memunculkan atau mengembangkan studi ini sedang mendalami fenomenologi Alfred Schutz di […]

DETAIL

Ethnography

*Suhartono Pendahuluan Etnografi merupakan pekerjaan mendeskripsikan suatu kebudayaan, dengan tujuan utama memahami suatu pandangan hidup dari sudut pandang penduduk asli. Oleh karena itu, penelitian etnografi melibatkan aktivitas belajar mengenai dunia orang yang telah belajar melihat, mendengar, berbicara, berpikir, dan bertindak dengan cara-cara yang berbeda. Untuk menemukan prinsip-prinsip tersembunyi dari pandangan hidup yang lain, peneliti harus […]

DETAIL

Dramaturgy

*Suhartono Dalam teori Dramaturgi (Goffman) manusia adalah aktor ya ng berusaha menggabungkan karakteristik personal dan tujuan kepada orang lain. Teori melihat manusia sebagai individu dan masyarakat. Dalam teori ini manusia berbeda dengan binatang karena mempunyai kemampuan berpikir, bisa mempelajari dan mengubah makna dan symbol, melakukan tindakan dan berinteraksi. Teori ini muncul dari ketegangan yang terjadi […]

DETAIL

Paradigma Teori Sosial

*Suhartono Paradigma Teori Sosial Pengantar Pengetahuan adalah keseluruhan pemikiran, gagasan, ide, konsep, dan pemahaman yang dimiliki manusia tentang dunia dan segala isinya, termasuk manusia dan kehidupannya. Sedangkan ilmu pengetahuan adalah keseluruhan sistem pengetahuan manusia yang telah dibakukan secara sistematis (Keraf dan Dua, 2001: 22; lihat juga Suriasumantri, 2003; 104) Secara metodologis, dalam gejala terbentuknya pengetahuan […]

DETAIL

Postmodernisme

*Suhartono POSTMODERNISME Pengertian Postmodernisme Awalan “post” pada istilah itu banyak menimbulkan perbedaan arti. Lyotard mengartikan “post” berarti pemutusan hubungan pemikiran total dari segala pola kemodernan. David Griffin, mengartikannya sekedar koreksi atas aspek-aspek tertentu saja dari kemodernan. Sementara menurut Tony Cliff, postmodernisme berarti suatu teori yang menolak teori. Istilah postmodernisme pertama kali digunakan oleh Frederico de […]

DETAIL

Postulat, Prinsip, dan Konsep Akuntansi Keuangan

*Suhartono Pendahuluan Kebutuhan akan sebuah theoritical framework di akuntansi keuangan sudah sejak lama dirasakan. APB dan FASB telah mencoba untuk mengembangkan dasar teoritis sebagai pedoman dalam memformulasikan peraturan akuntansi, meskipun pada akhirnya keduanya gagal dalam mengemban misinya. Meskipun ARS 1 dan ARS 3 secara postulat (dalil) dan dasar tidak diterima, studi ini menunjukkan sebagai titik […]

DETAIL
Page 2 of 41234

Kontak

Kampus II UIN Alauddin
Samata, Gowa
Gedung Rektorat Lt.2
No. Tlp: 081356789890
spi@uin-alauddin.ac.id

Pengunjung

TOP