Pembuatan Program Audit Sektor Publik

*Ahmad

Dalam merencanakan audit, auditor harus mempertimbangkan sifat, luas dan saat pekerjaan harus dilaksanakan serta harus mempersiapkan suatu program audit tertulis untuk setiap audit. Program audit tersebut harus menyatakan bahwa prosedur audit yang diyakini auditor merupakan yang penting untuk mencapai tujuan audit. Strategi audit biasanya meliputi keseimbangan antara prosedur pelaksanaan untuk memperoleh pemahaman tentang kegiatan utama klien dengan pengendali internalnya, membandingkan saldo keuangan dengan jumlah yang diharapkan, serta menentukan keseimbangan antara pengujian pengendalian dan pengujian substantif. Jenis pengujian yang termasuk dalam program audit adalah:

  1. Prosedur analitis
  2. Prosedur awal
  3. Pengujian estimasi akuntansi
  4. Pengujian pengendalian
  5. Pengujian transaksi
  6. Pengujian saldo
  7. Pengujian penyajian dan pengungkapan

Maksud suatu program audit adalah untuk mengatur secara sistematis prosedur audit yang akan dilaksanakan selama audit berlangsung. Auditor menentukan tujuan audit spesifik yang telah dikembangkan berdasarkan asersi audit ketika mengembangkan program audit. Tujuan program audit adalah untuk mengetahui apakah penyajian laporan keuangan oleh manajemen dari sisi eksistensi atau keterjadian, kelengkapan, hak dan kewajiban, penilaian atau alokasi serta penyajian dan pengungkapan dapat dipercaya, wajar dan tidak menyesatkan terhadap pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan tersebut.

Manfaat program audit adalah:

  1. Sebagai petunjuk kerja yang harus dilakukan asisten dan isntruksi bagaimana harus menyelesaikan
  2. Sebagai dasar untuk koordinasi, pengawasan dan pengendalian pemeriksaan
  3. Sebagai dasar penilaian kerja yang dilakukan klien.

Yang penting dalam program audit adalah bahwa catatan haus dibuat dan dipenuhi dan pengujian substantif dilakukan dalam program audit, dan catatan-catatan tersebut akan menyajikan tujuan-tujuan berikut:

  1. Untuk merekam atau mencatat pekerjaan, untuk tujuan review terhadap partner
  2. Untuk merekam dan mencatat siapa yang melakukan pekerjaan
  3. Untuk memberikan bukti bahwa pekerjaan telah dilakukan di dalam peristiwa setelah tanggal neraca dan dilakukan dengan cara yang resmi (legal)
  4. Untuk membantu memastikan sebuah pendekatan metodologi untuk bekerja
  5. Untuk memfasilitasi transfer pekerjaan dalam hal staf baru yang melakukan perikatan dalam kegiatan audit
  6. Untuk mengarahkan dalam perencanaan kegiatan audit untuk tahun berikutnya.

Catatan-catatan atau dokumen-dokumen tersebut dilengkapi sebagai kemajuan kerja, atau catatan-catatan tersebut mungkin diterima, dan prosedur yang diadopsi, staf akan dibutuhkan untuk menandakan kuantitas pekerjaan yang dilakukan, mengidentifikasi pada waktu yang sama item-item yang dipilih untuk diuji.

Sebuah konsep yang tepat sebelum program audit itu disahkan dapat memiliki fungsi sebagai berikut:

  1. Memberikan kemudahan sebuah pendekatan metodis dan logis dalam pekerjaan audit, dan mengurangi kemungkinan hilangnya informasi selama pengujian berlangsung
  2. Membantu auditor yang belum berpengalaman dalam melakukan pengujian program, dan juga membantu dalam pelatihan staf-staf auditor
  3. Mengkomunikasikan keinginan partner berkenaan dengan kebijakan pengujian organisasi sektor publik
  4. Menyediakan pendekatan yang konsisten selama organisasi sektor publik dan semua kliennya membuat peningkatan efisiensi dan mengurangi waktu audit, disamping itu juga memberikan kemudahan bagi staf untuk berpindah dari pekerjaan yang satu ke pekerjaan yang lain.

 

Bastian, Indra. 2014. Audit Sektor Publik Pemeriksaan Pertanggungjawaban Pemerintah. Edisi 3. Jakarta : Salemba Empat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *