Bukti, Asersi, dan Sampel

*Ahmad Zainuddin

Bukti adalah segala informasi yang mendukung angka-angka atau informasi lain yang disajikan dalam laporan keuangan yang dapat digunakan auditor sebagai dasar untuk menyatakan pendapatnya. Standar pekerjaan lapangan ketiga mewajibkan auditor untuk memperoleh bukti audit yang cukup dan kompeten sebagai dasar bagi auditor untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang diauditnya.

Sebagian besar pekerjaan auditor independen dalam rangka memberikan pendapat atas laporan keuangan terdiri dari usaha untuk mendapatkan dan mengevaluasi bukti audit. Bukti audit sangat bervariasi pengaruhnya terhadap kesimpulan yang ditarik oleh auditor independen dalam rangka memberikan pendapat atas laporan keuangan auditan. Relevansi, objektivitas, ketepatan waktu dan keberadaan bukti lain yang menguatkan kesimpulan, seluruhnya berpengaruh terhadap kompetensi bukti.

Asersi adalah pernyataan manajemen yanvg terkandung di dalam komponen laporan keuangan. Asersi adalah suatu deklarasi, atau suatu rangkaian deklarasi secara keseluruhan, oleh pihak yang bertanggungjawab atas deklarasi tersebut. Jadi asersi adalah pernyataan yang dibuat oleh satu pihak yang secara implisit dimaksudkan untuk digunakan oleh pihak lain (pihak ketiga). Untuk laporan keuangan historis, asesri merupakan pernyataan dalam laporan keuangan oleh manajemen sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Pernyataan tersebut dapat bersifat implisit atau eksplisit serta dapat diklasifikasikan berdasarkan penggolongan besar sebagai berikut

Asersi tentang keberadaan atau keterjadian. Berhubungan dengan apakah aktiva atau uang entitas ada pada tanggal tertentu dan apakah transaksi yang dicatat telah terjadi selama periode tertentu.

Asersi tentang kelengkapan. Berhubungan dengan apakah semua transaksi dan akun yang seharusnya disajikan dalam laporan keuangan telah dicantumkan didalamnya.

Asersi tentang hak dan kewajiban. Berhubungan dengan apakah aktiva merupakan hak entitas dan utang merupakan kewajiban  organisasi pada tanggal tertentu.

Asersi tentang penilaian dan alokasi. Berhubungan dengan apakah komponen-komponen aktiva, kewajiban, pendapatan, dan biaya sudah dicantumkan dalam laporan keuangan pada jumlah semestinya.

Asersi tentang penyajian dan pengungkapan. Berhubungan dengan apakah komponen-komponen tertentu dalam laporan keuangan diklasifikasikan, dijelaskan, dan diungkapkan semestinya.

Dalam program audit, berbagai keputusan terkait bukti audit adalah:

  1. Daftar atas berbagai prosedur audit untuk audit tertentu atau untuk keseluruhan proses audit
  2. Mencakup ukuran sampel, item yang dipilih, waktu pelaksanaan pengujian
  3. Setiap komponen audit akan terdapat suatu program audit yang mengandung sejumlah prosedur audit.

Selain itu, dalam program audit, keputusan untuk menentukan jenis dan jumlah bukti audit, antara lain:

  1. Prosedur audit apakah yang akan digunakan

Prosedur audit: rincian instruksi untuk pengumpulan jenis bukti audit yang diperoleh pada saat berlangsungnya proses audit

  1. Ukuran sampel sebesar apakah yang akan dipilih untuk prosedur tertentu.

Ukuran sampel bagi setiap prosedur berbeda antara satu penugasan dengan penugasan audit lainnya

  1. Item manakah yang akan dipilih dari populasi

Berdasarkan ukuran sampel, ditentukan item dari populasi yang akan diuji.

  1. Kapankah berbagai prosedur itu akan dilakukan
  • Umumnya proses audit dilaksanakan setelah beberapa minggu atau beberapa bulan setelah berakhirnya suatu periode waktu
  • Dipengaruhi oleh kapan audit tersebut harus diselesaikan agar sesuai dengan kebutuhan klien.

Ukuran sampel sebesar apakah yang akan dipilih untuk prosedur tertentu.

Ukuran sampel bagi setiap prosedur berbeda antara satu penugasan dengan penugasan audit lainnya.

Kompetensi Bukti:

  • Tingkat dimana bukti tersebut dapat dipercaya atau diyakini kebenarannya (keterpercayaan bukti/ reliability of evidence)
  • Tidak dapat ditingkatkan dengan cara memperbesar ukuran sampel atau mengambil item lainnya dari suatu populasi.

Faktor yang memengaruhi kecukupan ukuran sampel:

  • Ekspektasi auditor atas kemungkinan salah saji
  • Efektivitas dari pengendalian internal klien

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *