Skeptisme Profesional

#Muh Amrih

 

Auditor tidak menganggap bahwa manajemen tidak jujur, namun juga tidak menganggap kejujuran manajemen tidak dipertanyakan lagi.

IAI, 2001,SA seksi 230.08

 

Skeptisme merupakan bagian dari kosa kata auditing. Karena auditing melandasi profesi akuntansi, maka istilah yang digunakan adalah professional skeptisisme (Skeptisme profesional). Para teoritis dan praktisi auditing sepakat bahwa skeptisme profesional merupakan sikap yang harus dimiliki auditor.

Seorang auditor yang disiplin seharusnya tidak hanya terpaku pada prosedur audit yang ada dalam program audit, tetapi juga menggunakan skeptisme profesionalnya dalam melakukan auditing. Sikap skeptis akan membantu auditor dalam menilai secara kritis risiko yang dihadapi dan mempertimbangkan resiko tersebut dalam pengambilan keputusan. Dengan menerapkan skeptisme profesional, seorang auditor tidak akan langsung menerima pernyataan dari klien tetapi akan menggali lebih dalam untuk memeroleh keyakinan memadai mengenai masalah yang dihadapi.

Salah satu penyebab dari suatu gagal audit (audit failure) adalah rendahnya skeptisme profesional. Auditor yang tidak menerapkan sikap skeptis hanya akan menemukan salah saji karena kesalahan (Human error) dan akan sangat sulit menemukan salah saji yang diakibatkan karena kecurangan. Salah saji yang diakibatkan kecurangan biasanya disembunyikan oleh pelakunya sehingga tanpa menggali lebih dalam suatu permasalahan maka sulit untuk menemukannya.

Adapun unsur-unsur skeptisme profesional menurut International Federation of Accountants (IFAC):

  1. a critical assessment–ada penilaian kritis, tidak menerima begitu saja;
  2. with a question mind–dengan cara berpikir terus-menerus bertanya dan mempertanyakan;
  3. of the validity of audit evidence obtained–kesahian dari bukti audit yang diperoleh;
  4. alert to audit evidence that contradicts –waspada terhadap bukti audit yang kontradiktif;
  5. brings into question the reliability of documents and response to inquiries and other information –mempertanyakan keandalan dokumen dan jawaban atas pertanyaan serta informasi lain.
  6. Obtained from management and those charged with governance –yang diperoleh dari manajemen dan mereka yang berwenang dalam pengelolaan (perusahaan)

 

Unsur-unsur skeptisme menurut International Federation of Accountants (IFAC) menyatakan kepada auditor untuk tidak langsung percaya kepada pihak manajemen tanpa mencari lebih tahu untuk memeroleh keyakinan yang memadai.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *